Enung S Nurhasanah, perempuan yang dilahirkan 44
tahun silam. Selepas SMA, dia merantau ke Karawang dan bekerja di sebuah pabrik
sepatu. Bosan sebagai karyawan, dia memutuskan pulang ke kampungnya di
Tenjolayar, Cigasong, Majalengka. Pada tahun 2009 dia terpilih KPMD dan mulai
mengenal hubungan masyarakat.
PNPM Mandiri Perdesaan mengajari perempuan lulusan
SMAN 1 Majalengka itu pede mengajak
orang peduli. Selain denan persuasi individual, dia juga telaten memfasilitasi kegiatan
musdes, musyawarah khusus perempuan dan lain sebagainya. Pengalaman berharga
itu membuatnya berani mencalonkan diri sebagai Kades.
Tak
dinyana, dia terpilih pada Pilkades tahun 2010 tersebut. Enung merasa bahwa
PNPM Mandiri Perdesaan menjadi sekolah gratis baginya. Kisah ini termuat dalam
buku berjudul “Puspa Ragam Pemberdayaan”, hal 47 yang diterbitkan oleh Pokja
RBM Kab. Majalengka (Maret,2013).
Ela Nurela adalah sosok
perempuan sukses bersama PNPM Mandiri Perdesaan. Kader Teknik Desa Kec. Maja
itu terbukti mahir memfasilitasi kegiatan teknik seperti pembangunan jalan
Cibodas, perkerasan jalan di kampung Jati Desa Cengal, dan lain sebagainya.
Meski tak semahir insinyur, namun perempuan muda itu tak asing dengan istilah
desain, RAB, uji material dan LPD.
Perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam
membangun desa juga dirasakan Uju Juardi, KPMD Muktisari, Kec, Cingambul. Juga
Ani Mulyani, KPMD Desa Mekarmulya Kec. Kertajati. Mereka menjadi mahir teknik
fasilitasi masyarakat. Buku Puspa Ragam pemberdayaan memuat kisah lokal munculnya
aktor pembangunan lokal.
Silahkan buka dan download di PUSPA RAGAM PEMBERDAYAAN
Silahkan buka dan download di PUSPA RAGAM PEMBERDAYAAN
==================================================
Buletin Swadesa
Informasi adalah unsur penting pembentuk pengetahuan. Lima belas tahun perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan (PPK) di Jawa Barat tentu bukan sekedar penyampaian informasi dari pelaksanaan best practice kegiatan.
Akan tetapi, bagaimana informasi tersebut menjadi telaahan edukasi terhadap pengambilan kebijakan pembangunan agar semakin konsisten dalam memberdayakan masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.
Pada Tahun 2013, tidak kurang dari 4254 desa di 422 kecamatan dan 17 kabupaten di Jawa Barat ikut berpartisipasi. Tentu banyak edukasi yang dihasilkan dari program pemberdayaan bottom-up ini. Dukungan PNPM Mandiri Perdesaan terhadap pemerataan pembangunan di perdesaan di Jawa Barat sangat jelas. Wilayah selatan (pelosok) Garut, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi hingga ke DOB Pangandaran dipastikan telah berkembang sejak berpartisipasi.
Tidak hanya melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, Posyandu dan sekolah, tetapi juga pengembangan ekonomi rumah tangga melalui program Usaha Ekonomi Produktif dan Simpan Pinjam Perempuan (UEP/SPP). Peningkatan kapasitas bagi aktor pembangunan juga menjadi fokus PNPM
Mandiri Perdesaan. Selain pengurus BKAD, di tingkat kecamatan juga diperkuat kelembagaan seperti BKAD, BP-UPK, TPM, TP2, PL dan kelembagaan strategis lainnya.
Tak bisa dipungkiri bahwa hadirnya kelembagaan tersebut telah memicu peningkatan partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah. Tidak hanya melalui even perencanaan seperti musrenbang, tetapi juga monitoring terhadap kegiatan pembangunan.
Di tingkat desa tak ketinggalan. Fasilitasi pembentukan kelembagaan seperti TPK, KPMD, TP3, Kader Teknik dan lain sebagainya mendorong pemerataan dan percepatan pembangunan kawasan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan selaku Pembina Provinsi, Drs. Arifin
Kertasaputra selaku Ketua Satker, dan PJO Provinsi. Tak lupa kepada seluruh jajaran RMC III Jawa Barat, Tim Faskab dan Satker di 17 kabupaten. Mari Gelorakan Semangat Bangga Membangun Desa.
Buka dan download di link MEMERATAKAN PEMBANGUNAN DESA
--------------------------------------------------------------------------------------------
Subang merupakan kabupaten Lokasi PNPM Mandiri Perdesaan. Hadirnya program dana bergulir seperti halnya SPP (Simpan Pinjam Khusus Perempuan) ataupun UEP (Usaha Ekonomi Produktif) sangat bermanfaat sebagai pendorong tumbuhnya usaha kreatif di perdesaan. Tidak kurang dari 230 desa menerima manfaat program tersebut. Kaum perempuan pun merasa mendapat peluang untuk maju dengan aneka usaha.
Pada buku Seni Ketrampilan Produk Kreatif desa ini, kita bisa belajar bagaimana produk seperti telur, krupuk, camilan, kerajinan bambu, bahan daur ulang menjadi penambah nilai penghasilan ibu rumah tangga.
Tentu ini perubahan yang menarik jika dilihat dari ekses yang dihasilkan oleh Program perguliran SPP/UEP.
Lebih lengkap silahkan lihat dan download di link SENI KETRAMPILAN UKM PERDESAAN
Lebih lengkap silahkan lihat dan download di link SENI KETRAMPILAN UKM PERDESAAN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar