Rabu, 26 Februari 2014

Kripik Pisang Belendung Subang

Desa Belendung di Kecamatan Cibogo adalah salah satu tempat berkembangnya Kelompok Usaha Kecil dan Menengah yang bergerak dalam bidang olahan Keripik Pisang. Olahan keripik pisang ternyata cukup prospektif karena pasarnya tak terbatas. Hampir semua orang menyukai keripik pisang sebagai panganan tradisional dan banyak diproduksi di berbagai tempat.

Tetapi keripik pisang dari Desa Belendung punya cita rasa tersendiri, sehingga diminati berbagai lapisan masyarakat. Keripik pisang Desa Belendung telah diproduksi sejak tahun 1990. Perintisnya adalah Bapak Suryana. Adapun kelompok masyarakat yang khusus memproduksi keripik pisang di desa Belendung ini diketuai oleh Iti Karwiti.

Kelompok masyarakat yang membuat keripik pisang ini terdiri dari dari ibu-ibu yang terbilang produktif. Mereka berhasil mengembangkannya menjadi sebuah usaha cemilan yang cukup prospektif. Potensi olahan keripik pisang ini menjadi primadona kelompok usaha menengah dan kecil yang berkembang di Belendung.

PELUANG PASAR
Sejak tahun 1990 kelompok usaha olahan keripik pisang ini terus berkembang. Pasarnya cukup bagus, sehingga selain bisa mengisi warung-warung makan di Belendung juga banyak pesanan berdatangan dari luar desa itu. Boleh dibilang keripik pisang Belendung setiap saat bisa diperoleh di berbagai tempat di sekitar Kecamatan Cibogo maupun di luar kecamatan itu.

Bahkan telah mampu merambah hingga Kota Subang dan Indramayu. Harga jual Keripik Pisang Belendung mencapai Rp 4.000/ons,-. Harga jual tersebut lebih murah dibandingkan keripik pisang dari daerah lain, karena kualitasnya, kerenyahan dan kelezatannya jauh lebih baik. Rencananya dalam waktu dekat, kelompok usaha keripik pisang ini akan terus memperluas pangsa pasarnya hingga pasar-pasar tradisional dan supermarket di Kabupaten Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Tidak hanya keripik pisang, Ibu Iti Karwiti juga berencana untuk mengembangkan usaha keripik singkong hingga produknya dapat dipasarkan ke Kota Subang dan Kecamatan-Kecamatan di sekitar Cibogo, seperti Pagaden, Binong, dan Cipunagara.

Proses pembuatan keripik pisang ini ada beberapa tahap, yaitu sbb: Pertama, adalah memilih pisang yang kualitasnya baik. Kedua, pisang yang akan diolah menjadi keripik ukurannya harus pas, tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlalu kecil karena akan mengganggu proses pemotongan.

Ketiga, setelah pisang-pisang dipilih kemudian dikupas untuk selanjutnya dicuci dengan air bersih. Keempat, setelah itu pisang-pisang pilihan tersebut dipotong berdasarkan ukuran yang telah ditetapkan. Kelima, pisang-pisang yang telah dipotong dimasukkan ke dalam wajan untuk dilakukan penggorengan.


Keenam, setelah digoreng, pisang diberi rasa asin dengan ditaburi garam dan diberi rasa manis dengan ditaburi gula. Maka jadilah keripik pisang yang rasanya asin dan manis. Ketujuh, keripik pisang tersebut dimasukan kedalam kemasan plastik untuk kemudian dijual ke konsumen rumah tangga maupun ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Subang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar