Senin, 03 Maret 2014

Kerupuk Jamur Merang

Jamur merang merupakan makanan khas berkhasiat yang akhir-akhir dicari banyak kalangan. Jamur merang sangat lezat dan memiliki kandungan protein yang tinggi untuk tubuh manusia. Jamur merang banyak dijumpai di Desa Sukahaji dan Pinangsari, Kecamatan Ciasem. Di kedua desa yang lokasinya didominasi areal pesawahan ini banyak terdapat kelompok-ke-lompok masyarakat yang memiliki usaha jamur merang.

Hal ini tentu terkait dengan banyaknya bahan baku atau media tanaman jerami yang terdapat di sawah-sawah di kedua desa tersebut, namun selama ini tidak pernah dilirik atau dimanfaatkan oleh penduduk maupun petani. Dengan demikian, tidak ada nilai plus yang bisa digunakan sebagai usaha sampi-ngan untuk membantu kehidupan mereka.

Tumbuhnya budidaya jamur merang di Desa Sukahaji dan Pinangsari memang pada awalnya diprakarsai oleh sejumlah pengusaha atau bandar jamur yang mencoba membuat budidaya jamur merang untuk kebutuhan usaha mereka. Tetapi dalam perkembangan kemudian setelah jamur me-rang itu berhasil dibudidayakan oleh para bandar, muncul minat dari para petani dan penduduk setempat untuk berbuat serupa.

Keberhasilan budidaya jamur merang tentu saja tak terlepas dari faktor alam, yaitu karena ditunjang oleh suhu udara di sekitar kedua desa yang sesuai dengan kebutuhan tanaman jamur. Sekarang Desa Sukahaji dan Pinangsari dikenal sebagai produsen jamur merang. Budidaya itu terus tumbuh dengan memanfaatkan areal lahan yang tersedia, bahkan mulai banyak digunakan pekarangan rumah. Di kedua desa bermunculan kelompok-kelompok maupun perorangan sebagai pelaku budidaya jamur merang. Tidak sampai di situ, selanjutnya petani bisa membuat olahan jamur menjadi kerupuk jamur merang.

Ide pembuatan kerupuk jamur merang timbul karena jamur merang mudah rusak, sehingga produknya tidak tahan lama dan hal ini dapat me-ngurangi nilai pendapatan. Sekedar menjual jamur merang petani tidak terlalu diuntungkan. Tetapi dengan cara melalui olahan kerupuk, para petani jamur mempunyai keuntungan yang cukup berlipat, selain bisa tahan lama sekaligus tidak membusuk, juga harga jualnya jauh lebih tinggi.

Kerupuk, apapun ragam dan jenisnya seperti kerupuk udang, kerupuk kulit, kerupuk singkong, dll termasuk kerupuk jamur merang, merupakan pelengkap makanan utama yang cukup akrab bagi setiap keluarga. Kerupuk dapat membangkitkan selera makan atau pun sekedar sebagai cemilan dan makanan kecil.

Pembuatan kerupuk tidak memerlukan keterampilan khusus, juga tidak memerlukan peralatan canggih. Oleh ka-rena itu kami mencoba mendorong pembaca untuk membuat kerupuk sendiri. Usaha kerupuk jika dilakoni serius dapat menjadi usaha industri rumah tangga yang prospektif. Sebagai pedoman untuk memulai usaha, buku ini akan menguraikan secara detail pembuatan kerupuk jamur merang.

PELUANG PASAR
Pasar kerupuk jamur merang cukup luas karena banyak orang yang suka oleh rasa dan kerenyahannya. Namun potensi itu belum dibarengi oleh upa-ya pemasaran yang maksimal, sehingga produk kerupuk Jamur merang ini belum begitu menyebar. Kerupuk jamur dari Desa Sukahaji dan Pinangsari. Paling jauh baru menjangkau Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Di samping itu, kendala lain adalah pengolahan kerupuk jamur me-rang masih menggunakan cara tradisional, sehingga tidak mampu meme-nuhi kebutuhan pasar yang sebetulnya cukup besar. Produksi kerupuk jamur merang dari kedua desa itu masih berskala kecil alias terbatas. Meski begitu tetap memiliki prospek yang bagus karena konsumen yang suka pada kerupuk ini cukup banyak.

PROSES PEMBUATAN
Pembuatan kerupuk jamur merang ini meliputi sbb:
Bahan Baku:
1. Jamur merang.
2. Tepung Tapioka.
3. Telur bebek.
4. Garam.
5. Kemiri.
6. Ketumbar.
7. Minyakgoreng.
8. Bawang putih.
9. Penyedap rasa (sasa).

Peralatan yang digunakan yaitu :
1. Blender.
2. Panci.
3. Pengorengan.
4. Tampah.
5. Plastik kemas.
6. Alat potong mekanik.
7. Alat press.

Proses produksi
Pertama, jamur diblender sampai halus, kemudian direbus sampai mendidih.
Kedua, jamur dicampur tepung tapioka dan dibuat adonan bumbu yang sudah dihaluskan sampai terasa kental dan kenyal.
Ketiga, setelah terbentuk adonan, kemudian direbus kembali sampai matang. Setelah itu ditiriskan dan dikeringkan (dijemur) sampai benar-benar kering.
Keempat, setelah kering kemudian diiris tipis sesuai ukuran kebutuhan
Kelima, setelah diiris, kerupuk siap masuk proses penggorengan.

Proses pengemasan/packing:
Setelah tahap penggorengan selesai, kerupuk ditiriskan sebelum dikemas, kemasan menggunakan plastik trasparan dan dilakukan pressing.


ANALISIS USAHA
Harga per piece : Rp 300,- (isi 4-5 keping)
Harga per kg : Rp 5.000,-
Harga jamur mentah : Rp 1.000,-/Kg.
Harga bahan lain-lain : Rp 5.000,-/Kg Jamur.
Harga plastik : Rp 5,-/ bh
Upah pekerja : Rp 5.000,-
Dalam 1 kg menghasilkan : 50 bungkus x Rp. 300,-
= 15,000,-
A. Modal (per 1 kg ) = Rp. 11,005,-
B. Hasil kerupuk = 50 bungkus x Rp. 300,-
= 15,000,-
C. Keuntungan (A – B ) = Rp. 4,000,- per Kg.
Rincian pembuatan per 2 kg :
1. Tepung tapioka = 2 kg.
2. Jamur = 1 kg.
3. Telur = 2 butir.
4. Garam = 5 sendok makan.
5. Ketumbar = 3 sendok makan.
6. Kemiri = 1 ons.
7. Penyedap rasa = secukupnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar