Rabu, 30 April 2014

Emping Narimbang, Produk Manis binaan UPK Conggeang Sumedang

Oleh: Nunung Nurhasanah & Ida Hamidah
    Kecamatan Conggeang terdiri atas 12 desa yang sebagian wilayah di perbukitan. Salah satu desa yang sedang bergeliat perekenomiannya adalah Desa Narimbang. Di desa tersebut banyak kelompok pengrajin makanan yang menjadi sumber usaha dan pendapatan bagi rumah tangga dan keluarga, dan secara langsung cukup mempengaruhi kondisi perekonomian desa. 
   Suasana di Desa Narimbang saat kita menginjakkan kaki di wilayah perdesaannya cukup hangat karena ada beberapa sudut lingkungan rumah tempat berkumpul warga yang sedang mengerjakan produksi industri rumahan. Industri rumahan yang yang ada di wilayah desa Narimbang antara lain ada kelompok pengrajin Keripik Singkong yang sudah dipasarkan atau memasok rutin ke pasar Cirebon.
    Ada juga produsen kluwek yang mengolah buah picung menjadi kluwek, dan yang menarik adalah produsen Emping, emping adalah penganan kering yang berbentuk tipis diberi balutan bumbu berasa manis, asem, dan pedas. Emping dibuat dari buah melinjo yang diproses dengan cara pengupasan, penyangraian, pengelupasan, pengepresan, penjemuran, penggorengan, dan diberi bumbu. 
   

Opak Aci Cihaurbeuti, Lezat Gurih dan Nikmat

Oleh Eliez K Kotimah&Andi Yogaswara
Siapa tak kenal krupuk? Makanan ringan ini hampir tersedia di pelosok desa. Selain murah, gurih, krupuk cukup nikmat kalau dibuat lauk. Suaranya yang kriuk-kriuk kian menambah selera makan. Bahan bakunya juga sederhana dan mudah di dapat. Cara membuatnya juga mudah sehingga tak sedikit usaha pembuatan krupuk digeluti oleh rumah tangga. 
   Krupuk telah menjadi bagian tak terpisah dari budaya makan orang Indonesia sejak dulu kala. Termasuk bagi masyarakat di kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis. Kebiasaan mengkonsumsi kerupuk atau yang biasa disebut opak, telah berlangsung lama. Pembuat opak pun diuntungkan dengan adanya permintaan ini. Namun, namanya home industri sering terkendala dengan cara bisnis yang gitu-gitu aja. Kata lainnya, tidak ada inovasi.
   Hal itu pula yang dialami beberapa pembuat opak di Desa Pasirtaming. Salah satunya Ibu Eka dan Wartini. Dengan sistem jual gelondongan (tanpa kemasan) akhirnya membuat produk Opak menjadi murah. Berbeda dengan yang sudah dikemas dan diberi label, ketika dijual ke minimarket harganya bisa dua sampai tiga kali lipat.
   

Jumat, 18 April 2014

Ladu Ketan Khas Sukaresik Tasikmalaya

Mulyadi, SE (FK Sukaresik-Tasikmalaya)   
   
Pelatihan peningkatan kapasitas kelompok SPP PNPM Mandiri Perdesaan UPK Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya dilaksanakan di Halaman Kantor UPK pada hari Selasa 15 April 2014 dari jam 09.00 sampai dengan jam 15.00 WIB. Kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan tiap tahun, sumber dananya berasal dari surplus tahunan UPK untuk penguatan kelembagaan. Biasanya tiap tahun acaranya diisi dengan penguatan administrasi kelompok SPP, mulai Buku Kas, Proposal pengajuan pinjaman SPP dan lainnya. 
    Namun yang sekarang berbeda dari biasanya, materi yang sekarang praktek membuat aneka kue Ladu Ketan dan Combring yang merupakan makanan khas priangan timur, narasumber pun kami ambil dari salah satu kelompok yang sudah lama berproduksi, sekaligus agar menjadi contoh untuk kelompok lain. Materi ini dipilih karena setelah mengamati pengadministrasian kelompok sudah ada dan pembukuannya cukup lengkap, maka perlu diberi materi lain.
   

Jumat, 11 April 2014

Dodol Kareueut, Sajian Spesial Kaum Perempuan Desa Tanjungsari, Pondoksalam-Purwakarta

Oleh: Aan Yohanah (Faskeu Purwakarta)
   
    Dodol Kareueut demikian nama dari produk makanan khas Kecamatan Pondoksalam yang diproduksi oleh Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan dari Kelompok Perkutut Desa Tanjungsari Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat. Kelompok Perkutut adalah salah satu kelompok penerima manfaat bantuan simpan pinjam dari PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2010 sampai sekarang di kecamatan pondoksalam, yang beranggotakan 10 orang dan ketua kelompoknya bernama Ibu Upay Suparsih.
     Dalam partisipasinya di program ini Kelompok Perkutut adalah salah satu kelompok terbaik di Kecamatan Pondoksalam, hal ini dibuktikan dengan selalu mendapatkan Insentif Pengembalian Tepat Waktu (IPTW) dari UPK Kecamatan Pondoksalam dan selalu terlibat aktif dalam setiap tahapan PNPM Mandiri Perdesaan di desanya maupun di kecamatan. Sesuai dengan nama produknya yaitu Dodol Kareueut yang berarti Manis dan Legit.
   

Selasa, 01 April 2014

Produk Halal ala Perempuan Desa Sukaresik

Oleh: Mulyadi, SE (FK Kec. Sukaresik, Tasikmalaya)
     
Depis merupakan Kelompok Simpan Pinjam untuk perempuan PNPM Mandiri Perdesaan yang di ketuai oleh Ibu Ecin sekaligus sebagai pemilik usaha, yang ber alamat di Kampung Cihanjuang Desa Sukaratu Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya. Berdiri sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang. Jenis produksi kelompok ini termasuk pada aneka makanan, diantara nya Pisang sale, kerupuk dorokdok, ragining, deblo ipis, kripik pisang, sale gulung, kemplang kecil. Omset per bulan 8 sampai dengan 10 jutaan per bulan tutur bu Ecin.
       Tenaga kerja yang dipekerjakan merupakan anggota kelompok depis itu sendiri yang berjumlah sekitar dua puluh orang, dengan sistim upah harian. Selain dapat penghasilan tambahan dari upah kerja, juga sebagai alat untuk mempererat komunikasi diantara sesama anggota kelompok itu sendiri.