Jumat, 11 April 2014

Dodol Kareueut, Sajian Spesial Kaum Perempuan Desa Tanjungsari, Pondoksalam-Purwakarta

Oleh: Aan Yohanah (Faskeu Purwakarta)
   
    Dodol Kareueut demikian nama dari produk makanan khas Kecamatan Pondoksalam yang diproduksi oleh Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan dari Kelompok Perkutut Desa Tanjungsari Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat. Kelompok Perkutut adalah salah satu kelompok penerima manfaat bantuan simpan pinjam dari PNPM Mandiri Perdesaan sejak tahun 2010 sampai sekarang di kecamatan pondoksalam, yang beranggotakan 10 orang dan ketua kelompoknya bernama Ibu Upay Suparsih.
     Dalam partisipasinya di program ini Kelompok Perkutut adalah salah satu kelompok terbaik di Kecamatan Pondoksalam, hal ini dibuktikan dengan selalu mendapatkan Insentif Pengembalian Tepat Waktu (IPTW) dari UPK Kecamatan Pondoksalam dan selalu terlibat aktif dalam setiap tahapan PNPM Mandiri Perdesaan di desanya maupun di kecamatan. Sesuai dengan nama produknya yaitu Dodol Kareueut yang berarti Manis dan Legit.
   
    Kelompok Perkutut yang diketuai oleh ibu Upay Suparsih ini berharap keuntungan dari penjualan Dodol Kareueut bisa semanis dan selegit dodol buatannya. Benar saja, hasil dari produk yang dipoduksi oleh Kelompok Perkutut sudah memberikan hasil yang bermanfaat untuk kehidupan perekonomian masing-masing keluarga dari anggota Kelompok Perkutut. Kini Kelompok Perkutut telah mendapatkan 3 (tiga) kali perguliran dari UPK Kecamatan Pondoksalam dengan pinjaman terakhir sudah mencapai RP. 35.000.000 
    Makanan yang berbahan dasar tepung beras, gula aren, gula pasir dan santan kelapa ini ternyata tidak semudah kelihatannya dalam proses pembuatannya, butuh tenaga kerja yang benar-benar terampil dan berpengalaman, untungnya dalam hal ini Kelompok Perkutut tidak menemui masalah karena anggota Kelompok Perkutut ini adalah tenaga kerja yang sudah terampil dan berpengalaman dalam membuat Dodol Kareueut ini.
   
Hanya saja kendala yang sering muncul dalam proses pembuatan dodol ini adalah masalah cuaca hujan saja. Karena dalam proses pembuatannya Dodol Kareueut ini memerlukan sinar matahari untuk mengeringkan Dodol Kareueutnya. Dalam seminggu Kelompok Perkutut ini bisa menghasilkan 150 bungkus Dodol Kareueut atau sekitar 75 kilogram Dodol Kareueut per minggunya dengan biaya sebesar Rp..1.800.000. sementara keuntungan bersih yang di peroleh sebesar Rp. 350.000 – Rp. 400.000 jelas Ibu Upay Suparsih.
  Dalam hal pemasaran Ternyata ibu Upay Suparsih tidak perlu repot-repot untuk memasarkan hasil produksi Dodol Kareueutnya karena Dodol Kareueut yang diproduksi oleh Kelompok Perkutut telah mempunyai tempat di hati para pelanggan Dodol Kareueut yang dengan sendirinya selalu datang sendiri ke rumah ibu Upay Suparsih untuk memesan atau langsung membeli Dodol Kareueut tersebut. 
   Mulai dari pelanggan sekitar rumah sampai pelanggan tingkat pejabat daerah seperti Bupati Kabupaten Purwakarta sampai Ibu Sekda Propinsi Jawa Barat pun pernah memesan Dodol Kareueut buatannya. Selain itu pembeli dari luar kecamatan pun selalu datang untuk membeli Dodol Kareueut tersebut, seperti dari Kecamatan Wanayasa dan Kecamatan Jatiluhur, sedangkan untuk dari luar kota sudah pernah mendapat pesanan dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang dan Kabuapaten Subang, bahkan Dodol Kareueut ini pernah mendapat pesanan untuk dikirim ke Negara Arab Saudi untuk oleh-oleh dari Indonesia meurut cerita Ibu Upay Suparsih kepada Penulis.
     Dalam hal pengakuan dari berbagai lembaga, Dodol Kareueut ini sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabuapten Purwakarta, selain itu Dodol Kareueut mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, dan terakhir Dodol Kareueut sudah mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI Propinsi Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar