Senin, 17 Maret 2014

Bambu dan Jemari Kaum Perempuan Desa Cijeruk Pamulihan

Oleh Nunung @qihira. Desa Cijeruk merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pamulihan. Dalam pengelolaan kegiatan UPK, Desa Cijeruk mempunyai prestasi yang paling baik dibanding desa lainnya, dimana prosentase pengembaliannya mencapai 100% setiap bulannya. Jumlah Kelompok SPP Desa Cijeruk sampai dengan saat ini sebanyak 27 Kelompok. Jumlah pinjaman SPP sampai dengan tahun 2013 : rp. 710.500.000,-
       Jenis usaha yang dikelola kelompok saat Ini adalah produksi Bongsang atau keranjang sebagai wadah/kemasan baik untuk Tahu Sumedang,Tape(Peuyeum) Bandung,Dan Ubi Cilembu. Dampak positif Pinjaman SPP bagi perekonomian Desa Cijeruk adalah adanya peningkatan kapasitas Produksi “ Bongsang”.

Minggu, 16 Maret 2014

Ternak Domba Bergulir ala PNPM Kec. Cikaong Tasikmalaya

Kuswan, SP (FK Cikalong-Tasikmalaya)
Kabupaten Tasikmalaya terus berpacu dengan waktu untuk mewujudkan target-taget pembangunan terutama yang tercantum pada dokumen  RPJMD periode 2011-2015. Salah satu target yang termasuk tidak mudah pada evaluasi akhir pada tahun 2015 nanti adalah pencapaian jumlah domba yang diternak masyarakatnya agar mencapai setidaknya 344.529 ekor dari kondisi tahun 2010 lalu sebanyak 271.191 ekor. Disebut tidak mudah karena jumlah tersebut relatif paling tinggi dibanding target binatang ternak berkaki empat lainnya seperti sapi potong (45.732 ekor), sapi perah (3.396 ekor), kerbau 19.549 ekor dan kambing (82.041 ekor). Selain itu Pemkab Tasikmalaya juga terus berupaya untuk mencapai target penyerapan tenaga kerja di bidang usaha peternakan satwa ternak kecil (Kambing, Domba, Kelinci) agar  mencapaia 85.314 RTP pada 2015 nanti dari kondisi 67.842 RTP pada 2010 lalu.
     

Sabtu, 15 Maret 2014

Jamur PNPM merekah di Sindangwangi-Majalengka

Nina Fitriani (FK Sindangwangi-Majalengka). Kelompok Jamur Mekarwangi yang berada di Desa Sindangwangi Kecamatan Sindangwangi, awalnya merupakan kelompok binaan Dinas Kehutanan. Mereka diberikan pelatihan untuk membudidayakan Jamur Tiram Putih. Tindak lanjut dari pelatihan ini, Kelompok diberikan bantuan sejumlah Log sebagai media tumbuhnya jamur. 
       Namun Kelompok Jamur Mekarwangi ini sedikit bersedih karena mereka tidak memiliki cukup modal untuk memulai usaha budidaya Jamur Tiram Putih. Bapak Mursidi (KPMD Desa Sindangwangi) mencoba membantu kelompok ini untuk mendapatkan modal usaha.

         

Pandan Kreatif, hasil Olah Jemari Kaum Perempuan Cikalong Tasikmalaya

Kuswan (FK Cikalong-Tasikmalaya)
Tepat 200 Km dari Bandung tampak rimbun menghijau hutan pandan sepanjang pantai Cikalong. Sedikitnya 4 dari 13 desa di Kecamatan Cikalong Kab. Tasikmalaya, secara geografis termasuk desa tepi pesisir, sedangkan sisanya termasuk desa dataran. Terutama di desa-desa tepi pesisir tersebut yaitu, Desa Cimanuk, Kalapagenep, Sindangjaya, Mandalajaya dan sebagian wilayah Desa Cikadu memang banyak ditumbuhi pohon pandan.
Selain berfungsi menjaga abrasi pantai dan pemecah ombak saat terjadi resiko bencana tsunami, pandan-pandan tersebut juga menyimpan berjuta potensi ekonomi terutama untuk menunjang perkembangan bidang industri ekonomi kreatif khususnya di Tasikmalaya. Tetapi itu adalah keadaan sekitar tiga tahun yang lalu, belakangan di beberapa tempat tampak gersang dan kering kerontang. Penyebabnya lahan-lahan pandan ini banyak yang sengaja di bakar untuk kepentingan eksploitasi tambang pasir besi.

Batu-bata PNPM dari Bantarkalong-Tasikmalaya


Oleh: Yeti KMPD Bantarkalong
Kecamatan Bantarkalong dengan kelompok produktifnya mulai berbenah dan berkompetisi sehat antar desa dalam mengekpose kelompok unggulannya masing-masing desa. Bermula dari Surat edaran kemendagri maka Bantarkalong termasuk dalam list pengalihan SPP ke Peningkatan Kapasitas dan Usaha Produktif Kelompok Perempuan. Maka digelar MKP untuk memunculkan produk unggulan setiap desa.
       Hasilnya Desa Simpang memilih Pengembangan Produk kue dan menjahit (Bordir), Desa Hegarwangi karena potensi pisang maka memilih Produksi Pisang Sale kering dan Basah. Desa Sirnagalih memilih produksi Batamerah sebagai produk unggulan desa. Desa Parakanhonje memilih pembuatan dan pengawetan minyak kelapa.

Bakakak, ayam bakar Lezat dari Tanjungkerta-Sumedang

Kelompok Bilqis merupakan kelompok SPP yang berlokasi di Dusun Cibodas, RT.01 RW 02 Desa Kertamekar, Tanjungkera, Sumedang. Kelompok yang diketuai Ibu Karistina ini beranggotakan 19 orang. Lebih dari empat kali kelompok ini mendapat suntikan dana bergulir sejak bulan April 2011. Semula hanya beranggota 12 orang, sekarang menjadi 19 orang.
Usaha anggota kelompok Bilqis cukup potensial. Salah satunya olahan ayam panggang/bakar yang dinamai â€œBakakak “. Usaha ini sudah berjalan cukup lama bahkan sebelum adanya program PNPM. Hadirnya dana berguir menjadikan usaha ini kian maju. Sebab, selain bantuan permodalan juga diberikan pelatihan dan fasilitasi pemasaran.
               Keberhasilan usaha anggota kelompok Bilqis ditandai dengan pembuatan Saung (warung) sebagai tempat pengembangan dan pembinaan anggota maupun pihak terkait. Akhirnya, selain ayam panggang/bakar bakakak, mereka juga mengambangkan produk ranginang, sale, keripik singkong dan keripik pisang.

Senin, 03 Maret 2014

Telur Asin Compreng Subang

Kelompok Arimbi di Kalensari, Kecamatan Compreng berdiri dengan latar belakang sebagian anggota mempunyai keahlian dalam pembuatan telur asin. Kelompok ini membutuhkan modal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi telur asin yang sudah lama digeluti.
   Seiring bergulirnya program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Compreng khususnya dalam program SPP dan UEP, mulai tahun 2011 Ke-lompok yang beralamat di Desa Kalensari Kecamatan Compreng ini me-ngajukan pinjaman kepada UPK kec. Compreng untuk mendapatkan modal tambahan terkait pengembangan usaha. Setelah melalui proses, akhirnya disetujui dan selanjutnya Kelompok Arimbi dapat meningkatkan produksi sekaligus pengembangan pemasaran yang makin meluas.

PELUANG PASAR
       Produksi telur asin yang mereka buat mampu bersaing di pasar-pasar tradi-sional karena rasa dan penampilan fisik telur cukup memikat. Telur asin dari Kalensari ini pada awalnya dijual sebatas wilayah kecamatan Compreng de-ngan harga relatif terjangkau oleh masyarakat. Karena rasanya yang gurih dan enak banyak konsumen menyukai telur asin ini, sehingga pasarnya bisa sampai ke luar Kabupaten Subang, bahkan ke luar Jawa karena dijadikan

Kerupuk Jamur Merang

Jamur merang merupakan makanan khas berkhasiat yang akhir-akhir dicari banyak kalangan. Jamur merang sangat lezat dan memiliki kandungan protein yang tinggi untuk tubuh manusia. Jamur merang banyak dijumpai di Desa Sukahaji dan Pinangsari, Kecamatan Ciasem. Di kedua desa yang lokasinya didominasi areal pesawahan ini banyak terdapat kelompok-ke-lompok masyarakat yang memiliki usaha jamur merang.

Hal ini tentu terkait dengan banyaknya bahan baku atau media tanaman jerami yang terdapat di sawah-sawah di kedua desa tersebut, namun selama ini tidak pernah dilirik atau dimanfaatkan oleh penduduk maupun petani. Dengan demikian, tidak ada nilai plus yang bisa digunakan sebagai usaha sampi-ngan untuk membantu kehidupan mereka.

Tumbuhnya budidaya jamur merang di Desa Sukahaji dan Pinangsari memang pada awalnya diprakarsai oleh sejumlah pengusaha atau bandar jamur yang mencoba membuat budidaya jamur merang untuk kebutuhan usaha mereka. Tetapi dalam perkembangan kemudian setelah jamur me-rang itu berhasil dibudidayakan oleh para bandar, muncul minat dari para petani dan penduduk setempat untuk berbuat serupa.