Sabtu, 15 Maret 2014

Batu-bata PNPM dari Bantarkalong-Tasikmalaya


Oleh: Yeti KMPD Bantarkalong
Kecamatan Bantarkalong dengan kelompok produktifnya mulai berbenah dan berkompetisi sehat antar desa dalam mengekpose kelompok unggulannya masing-masing desa. Bermula dari Surat edaran kemendagri maka Bantarkalong termasuk dalam list pengalihan SPP ke Peningkatan Kapasitas dan Usaha Produktif Kelompok Perempuan. Maka digelar MKP untuk memunculkan produk unggulan setiap desa.
       Hasilnya Desa Simpang memilih Pengembangan Produk kue dan menjahit (Bordir), Desa Hegarwangi karena potensi pisang maka memilih Produksi Pisang Sale kering dan Basah. Desa Sirnagalih memilih produksi Batamerah sebagai produk unggulan desa. Desa Parakanhonje memilih pembuatan dan pengawetan minyak kelapa.
       Desa Pamijahan memproduksi Gula Semut dan Sablon. Desa Sukamaju mengembangkan budidaya ternak Domba oleh Ibu-ibu kelompok wanita tani. Desa Wangunsari juga memproduksi pisang sale karena potensi pohon pisangnya. Sedangkan Desa Wakap memproduksi sapu ijuk karena potensi pelepah serat ijuk menumpuk di lokasi tersebut.
      Dengan dana BLM sebesar antar 25 jt hingga 44 juta desa-desa tersebut dengan kelompok produktifnya siap tampil kedepan memproduksi dan memasarkan potensi yang ada di lokasinya.Tak hanya itu , untuk kelancaran ADM setiap kelompok juga mendapat bantuan computer berikut paket pelatihan. Juga fasilitasi ruang pemasaran outlet (kios) disepanjang jalurtempat wisata Religi Pamijahan.
         Untuk itu satu persatu akan penulis kupas produk unggulan masing masing desa. Un tuk desa Sirnagalih memang Sejak dulu warga ini terkenal sebagai pembuat bata merah. Tiga kedusunan yaitu Cimintar, Sindanghurip dan Burujul merupakan dearah yang banyak perajin bata ini. Pemasarannyapun meluas menembus seluruh penjuru Tasikmalaya selatan dan kini sudah merambah hingga luar daerah.
      Tak mengabaikan potensi ekonomi itu,Pemerintahan (pemdes)Desa Sirnagalih dan unit pengelola kegiatan (UPK) PNPM-MPd Kec Bantarkalong Tasikmalaya selatan melirik garapan usaha itu dan menjadikannya sebagai salah satu pendongkrak pemberdayaan perekonomian warga.
     Melalui kajian dan analisa dari semua unsur,pemdes Sirnagalih,UPK,serta pelaksana PNPM dan desa tersebut langkahnya kini membentuk/mewadahi kelompok usaha perempuan yang membuat bata merah. Kelompok usaha ini didalamnya beranggotakan sepuluh orang kemudian diberi bantuan modal usaha dari Pengalihan SPP. Menyusul perhatian itu,mereka mulai unjuk produktif.Menempati area lahan tanah kas desa,pekan kemarin di awal februari ini,kegiatan produksi para ibu itu sedikitnya membakar 23 ribu buah bata merah.
        Semoga usaha ini bisa berjalan sesuai rencana sehingga menghasilkan keuntungan yang maksimal,”Timpal Kades Sirnagalih,Suryaman saat ditanyaia penuh harap. Suryaman mengaku siap membantu kelompok usaha perempuan dan yang lainnya dalam meningkatkan kesejahtraan keluarg.”Kami berharap dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kwalitas hidup warga,sehingga harapannya tercipta masyarakat Sirnagalih yang mandiri dan dinamis,terutama dibidang ekonomi,tuturnya.
       Masih diterangkan kades usaha kelompok memungkinkan dijadikan pilot project untuk mendorong pembentukan kelompok lainnya dibidang usaha berbeda. semua akan disesuaikan dengan potensi serta kemampuan yang ada.”tandasnya. Di tempat Terpisah Ketua UPK PNPM-MPd Bantarkalong Nunung Nuryadin menambahkan sejalan pengelolaan PNPM-MPd pihaknya akan mengoptimalkan potensi warga dibidang ekonomi dan bidang lainnya. Langkah itu katanya telah jadi kesepakatan bersama pemdes 
     Dari total kelompok usaha perempuan yang telah terbentuk di delapan desa jenis usahanya berbeda-beda sesuai potensinya.Kami berharap kelompok-kelompok itu mampu mandiri dan menghasilkan keuntungan sehingga mendongkrak ekonomi keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar