Kelompok Arimbi di Kalensari, Kecamatan Compreng berdiri dengan latar belakang sebagian anggota mempunyai keahlian dalam pembuatan telur asin. Kelompok ini membutuhkan modal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi telur asin yang sudah lama digeluti.
Seiring bergulirnya program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Compreng khususnya dalam program SPP dan UEP, mulai tahun 2011 Ke-lompok yang beralamat di Desa Kalensari Kecamatan Compreng ini me-ngajukan pinjaman kepada UPK kec. Compreng untuk mendapatkan modal tambahan terkait pengembangan usaha. Setelah melalui proses, akhirnya disetujui dan selanjutnya Kelompok Arimbi dapat meningkatkan produksi sekaligus pengembangan pemasaran yang makin meluas.
PELUANG PASAR
Produksi telur asin yang mereka buat mampu bersaing di pasar-pasar tradi-sional karena rasa dan penampilan fisik telur cukup memikat. Telur asin dari Kalensari ini pada awalnya dijual sebatas wilayah kecamatan Compreng de-ngan harga relatif terjangkau oleh masyarakat. Karena rasanya yang gurih dan enak banyak konsumen menyukai telur asin ini, sehingga pasarnya bisa sampai ke luar Kabupaten Subang, bahkan ke luar Jawa karena dijadikan
Bahan Baku
Dalam pembuatan telur asin ini diperlukan beberapa jenis bahan baku yang penting untuk mendapatkan telur asin yang maksimal baik rasa dan bentuk, yaitu: Telur bebek. Telur yang dipakai untuk bahan dasar pembuatan telur asin 1. ini harus telur yang berkualitas baik dari bentuk, warna, dan ukuran
Abu gosok sebagai campuran yang menutupi bagian luar telur untuk 2. menjaga telur tetap dalam keadaan baik. Batu bata sebagai campuran yang digabungkan dengan abu gosok da3. lam bentuk bubuk sebagai pelindung kulit luar telur. Garam sebagai bahan yang menjadikan telur dalam kondisi biasa men4. jadi lebih asin dengan kadar garam yang telah ditentukan.
Peralatan
Untuk peralatan yang digunakan dalam pembuatan telur asin ini digunakan peralatan sederhana yang banyak didapat di pasar-pasar, seperti: Bak plastik dengan ukuran besar dan kecil, digunakan untuk menyim1. oleh-oleh sebagian warga yang akan mengunjungi sanak familinya.
Meskipun masih bersifat home industry, namun kualitas dan kuantitas yang dihasilkan tetap terjaga baik terutama dengan adanya peluang pasar yang telah terbentuk seiring perjalanan waktu. Untuk menjaga brand, di setiap produk telur asin Kalensari tertera cap atau tanda yang menunjukkan asli buatan kelompok mereka.
Produksi telur asin Kalensari sampai saat ini masih berjalan baik de-ngan nilai penjualan cukup tinggi. Di lain pihak, telur asin ini mudah dibuat dengan cara sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun soal cita rasa tentu saja datang dari keahlian masing-masing tanpa bisa ditiru atau alias rahasia perusahaan. Tetapi yang jelas peluang pasar untuk produk telur asin tinggi, karena telur asin sangat disukai masyarakat.
setelah mengalami proses pembuatan.
Lumpang atau lesung, digunakan untuk menumbuk/menghaluskan 2. bahan yang akan dijadikan bumbu untuk pembuatan telur asin. Langseng, digunakan untuk mengukus telur dalam proses pembuatan3. Kompor gas, karena situasi sekarang di mana tungku kayu dan kom4. por minyak dalam pemakaiannya membutuhkan biaya yang besar dan tidak praktis, maka kompor gas menjadi alternatif yang dipakai dalam pengolahan telur asin selain lebih praktis dan bisa mengurangi biaya produksi Keranjang, biasa digunakan kelompok pada saat akan memasarkan hasil produksi
Cara Membuat
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil telur asin yang berkualitas baik:
Pertama-tama, telur bebek mentah yang sudah dipilih baik dari bentuk dan warna direndam dalam air selama kurang lebih 30 menit supaya kotoran yang menempel mudah lepas, kemudian telur yang sudah direndam dalam air tadi digosok menggunakan ampelas dan menggunakan sabun sedikit supaya kotoran hilang dari permukaan kulit telur.
Kemudian telur ditiriskan kurang lebih 30 menit supaya kering, selanjutnya telur yang telah kering dibungkus dengan bahan campuran garam, abu gosok, dan batu bata yang sudah ditum-buk dan dihaluskan dengan perbandingan untuk 100 butir telur diperlukan 3 liter garam ditambah 3 kg abu gosok dan 1 kg batu bata (2 batu bata), dan didiamkan selama 10 hari.
Setelah mencapai batas waktu 10 hari kemudian telur dibuka dan dicuci sampai 4 kali pembersihan menggunakan air bersih dan setelah semuanya selesai telur dikukus dalam langseng selama 3 jam supaya mendapatkan hasil yang maksimal, baru kemudian telur diangkat dan siap dipasarkan.
Proses Pengemasan
Pengemasan telur asin produk kelompok Arimbi ini diakui belum menggunakan alat yang modern, tetapi masih menggunakan keranjang yang beresiko pecah saat dalam perjalanan atau pengiriman. Untuk mengurangi resiko pe-cah kelompok ini hanya menambah bantal atau alas yang lebih tebal, sehingga kemungkinan pecahnya telur dalam proses pengiriman ke lokasi penjualan atau pasar tradisional dapat dikurangi, dan jumlah kerugian yang diakibatkan hal tersebut dapat diminimalisir.
Walau sangat sederhana dalam hal pengemasan ternyata telur asin pro-duksi mereka laku keras terutama akibat keunggulan kualitas atau rasa telur asin yang sangat pas di lidah konsumen, meski pengemasannya sederhana. Telur asin produksi kelompok ini dengan pembuatan yang sangat sederhana mampu bertahan antara 5 hari sampai 8 hari, sehingga banyak yang dijadikan oleh-oleh walaupun menempuh perjalanan cukup jauh.
ANALISIS USAHA
Biaya pengeluaran/hari
Telur mentah/butir : Rp. 1.300,- x 200 butir = Rp 260.000,-/hari
Produksi/hari 200 butir telur
Pengeluaran/100 butir telur asin
Garam 1 liter : Rp 2.000,-
Abu gosok 3 kg : Rp 750,-
Batu bata 4 bh : Rp 1.800,-
Pengeluaran untuk 1 hari dengan jumlah telur 200 butir
Garam 2 liter : Rp 4.000,-
Abu gosok 6 kg : Rp 1.500,-•
Batu bata 8 bh : Rp 3.600,-•
Pengeluaran total/1 hari dgn produksi telur 200 butir
Rp 260.000,- + Rp 4.000,- + Rp 1.500,- + Rp 2.600,-
= Rp 268.100,-
Seri Keterampilan UKM Perdesaan 33
Nilai jual telur/ hari :
Rp 1.800,- x 200 butir telur = Rp 360.000,-
Keuntungan/hari/ 200 butir telur :
Rp 360.000,- -- Rp 268.100,- = Rp 91.900,-/ hari
= Rp 2.757.000/ bulan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar