Tanggal 16 dan 17
Oktober merupakan dua hari penting dunia. Tanggal pertama diperingati sebagai
perhelatan hari pangan sedunia dan hari berikutnya merupakan hari pengentasan
kemiskinan internasional. Masyarakat di dekat garis terluar perbatasan
Indonesia, tepatnya di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tidak
mau ketinggalan dengan kedua momentum tersebut.
Desa di wilayah
pesisir yang berbatasan dengan lautan lepas Samudera Australia ini pada tanggal
16 Oktober 2013 melaksanakan pelatihan pembuatan kripik singkong dari anggaran
PNPM-MP T.A 2013. Terdengar sangat sederhana, namun langkah kecil ini dianggap
sebagai lompatan besar untuk kegiatan ini dirasa ikut mendukung program
pemerintah untuk melakukan diversifikasi (penganekargaman) pangan menggunakan
bahan lokal berbasis umbi-umbian.
Namun, ada juga
produk pertanian lain yang juga menggeliat yaitu singkong. Terutama ketika
kemarau panjang, tanaman ini menjadi alternatif pangan dan sumber lain
penghasilan warga yang nilainya cukup lumayan. Sayangnya nilai ekonomi dari
hasil panen singkong ini dinilai masih rendah karena dijual langsung
‘mentah-mentah’ ke pengepul di luar wilayah desa. Hasil panen petani sigkong
tersebut umumnya dijual ke Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang
berbatasan langsung ke sebelah timur dari Desa Cimanuk.
Kepala Desa Cimanuk,
Bapak Cecep Abdulah, S.Ag yang juga ketua BKAD Kecamatan Cikalong cukup lama
merasa prihatin atas kondisi tersebut. Bak gayung bersambut, pada review
Musyawarah Khusus Perempuan (MKP) PNPM-MP T.A 2013 peserta musyawarah banyak
yang mengusulkan pengadaan alat dan pelatihan pembuatan kripik singkong.
“Usulan ibu-ibu ini
sinergi dengan visi-misi Kami yang ingin meningkatkan produktivitas usaha
masyarakat Desa Cimanuk”. Begitulah tutur Pak Kades pada suatu kesempatan. “Alhamdulillah,
saya sangat bersyukur dengan adanya kebijakan ini. Bongan usulan ibu-ibu mah sok éléh waé. Kelompok baru kadanaan tina
guliran, urang bakal nambahan usaha nyieun kiripik yeuh !”
Begitulah komentar
salah satu peserta menanggapi hasil musyawarah, menyusul ditetapkannya
Kecamatan Cikalong yang harus membatalkan hasil penetapan pendanaan SPP pada
MAD Penetapan Usulan melalui Surat Ditjen Pemberdayaan Masyarakat Desa
Kemendagri Nomo 991/1806/PMD. Mereka umumnya menyambut baik dan bersyukur atas
kebijakan tersebut karena selama ini usulan kelompok perempuan nyaris selalu ‘kalah’
ketika Musyawarah Antar Desa Prioritas.
Untuk kelompok baru
yang sebelumnya telah mengusulkan pinjaman dari kegiatan Simpan Pinjam Khusus
Kelompok Prempuan (SPP) pun dengan kebijakan tersebut tidak perlu merasa kecewa
karena usulannya tetap didanai melalui mekanisme perguliran UPK. Singkat cerita
setelah melalui rangkaian tahapan perencanaan lainnya, mulai dari penulisan
usulan hingga MAD Khusus, akhirnya ditetapkanlah usulan di atas disetujui forum
musyawarah.
Dengan anggaran sebesar Rp 15 juta ditambah dengan swadaya uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah usulan tersebut direalisasikan bertepatan dengan momentum hari pangan sedunia dan hari pengentasan kemiskinan internasional tersebut. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Olahraga Desa Cimanuk dengan diikuti 50 orang peserta dari perwakilan 10 kelompok SPP yang ada. Narasumber didatangkan dari Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang sudah lama menggeluti bisnis kripik singkong.
Dengan anggaran sebesar Rp 15 juta ditambah dengan swadaya uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah usulan tersebut direalisasikan bertepatan dengan momentum hari pangan sedunia dan hari pengentasan kemiskinan internasional tersebut. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Olahraga Desa Cimanuk dengan diikuti 50 orang peserta dari perwakilan 10 kelompok SPP yang ada. Narasumber didatangkan dari Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran yang sudah lama menggeluti bisnis kripik singkong.
“Saya
memproduksi kripik singkong sampai sekitar 8 kuintal per minggunya.” Begitulah
awal pemaparan narasumber yang akrab dipanggil Kang Mumu itu berusaha
meyakinkan peserta. “Siapa di sini yang belum pernah membuat kripik?”. Semua
peserta tunjuk tangan pertanda semuanya sudah memiliki pengalaman mempraktekan pembuatan
kripik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar