Jumat, 24 Januari 2014

Ikan Asin Sukasari; Murni Tanpa Pengawet

Oleh; Gingin Ginanjar (Jurnalis Independen)

Anda tahu ikan asin? Tahu dong. Ada yang bilang, ah itu kan lauk murah, tak bergizi, gak keren... Apalagi di televisi disiarkan banyak pengawetnya. Ihh takut !!
    Ya, dewasa ini sebagian orang berpandangan bahwa lauk enak itu harus mahal. Namun, pendapat tersebut tak berlaku bagi masyarakat di desa di Kec. Sukasari, Kab. Purwakarta. Meskipun hanya berupa ikan asin, mereka menilai lauk tersebut istimewa. 
    Tak hanya dari segi rasa, tetapi juga dari cara pengolahan yang harus menjamin kesehatan (higienis). Kecamatan Sukasari merupakan kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang dikelilingi air Waduk Jatiluhur. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai Petani Ikan.
    Air waduk dimanfaatkan petani untuk beternak ikan. Dengan membuat karamba, berbagai jenis ikan seperti ikan mas, patin, oskar, mujari, nila, tawes dan ikan tawar lain di budidayakan. Tak salah jika budidaya ikan menjadi gantungan pencaharian.
    Melimpahnya hasil budidaya ikan tersebut telah mendorong ide cerdas untuk membuat ikan asin. Selain untuk dikonsumsi sendiri, sebagian dijual ke pasar. Ikan Asin diminati banyak orang karena harga yang terjangkau dan rasa lezatnya jika dijadikan lauk. Apalagi dengan sambel pedas.
   Melihat potensi usaha ikan asin, PNPM Mandiri Perdesaan melalui Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Sukasari, membantu para pembuat Ikan Asin dengan fasilitasi pemberian dana pinjaman tanpa agunan dengan sistem kelompok. Apalagi kalau bukan melalui program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan.
   Tak hanya bantuan permodalan, pembinaan pun juga diberikan intensif. Para pembuat Ikan Asin yang terbantu dengan program tersebut akhirnya mampu menambah jumlah Produksi mencapai 10-15 Kg. Padahal, sebelumnya hanya berkirsar 2-3 Kg saja.
    Peningkatan produksi tersebut dipengaruhi meningkatnya hasil pemasaran. Ikan asin Sukasari diminati di pasar kecamatan Sukasari dan Jatiluhur karena tanpa pengawet. Jadi murni dan higienis. Menurut Manap Kepala Desa Ciririp, “dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah kami, membuat Infrastruktur desa kami menjadi bagus dan ekonomi pun berangsur meningkat.”

Pentingnya Tanpa Pengawet
    Ikan asin memang mudah sekali ditemukan di supermarket maupun pasar tradisional. Tetapi mendapatkan ikan asin yang segar tentu cukup sulit. Dengan maraknya pembuat ikan asin yang curang agar bisa mengawetkan ikan seawet-awetnya, walaupun dengan "meracuni" ikan olahan tersebut. Mereka terkadang menggunakan bahan-bahan berbahaya, agar ikan asin mampu bertahan lebih lama lagi.
    “Ikan Asin yang di produksi di wilayah kami masih Tradisional dan tidak menggunakan bahan pengawet yang Berbahaya, kami gunakan untuk mengawetkan ikan hanya menggunakan Garam Saja, Saya Jamin Ikan Asin aman untuk di konsumsi. “ Ujar Manap.
     Kadang kala orang merasa takut makan ikan asin karena ada sebagian orang yang berpendapat bahwa ikan asin bisa menyebabkan munculnya penyakit darah tinggi. Semua makanan ada masing-masing manfaat dan efek samping nya bagi tubuh kita,tapi pikiran tentang datang nya penyakit tersebut dapat kita singkirkan dengan cara bagaimana cara kita mengkonsumsi ikan asin.
    Banyak resep makanan yang menyediakan bahan yang menggunakan bahan ikan asin,seperti nasi goreng ikan asin yang sangat mudah di buat oleh semua orang. Cara berpikir bijak dalam mengolah makanan dan berpola hidup sehat lah yang bisa membuat makanan yang terbilang gawat dapat terasa lezat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar