Jumat, 24 Januari 2014

Gondola Film Spanyol lirik Kue Sistik

Wanayasa-Purwakarta
Hadirnya program SPP di Kec. Wanayasa Purwakarta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga di Desa Sukadami.  Mereka yang semula kebingunan modal terbantu dengan program SPP. Apalagi ditambah dengan bantuan pelatihan, menjadikan tekad maju semakin menguat.
  Setelah bermusyawarah pada tahun 2009 silam, mereka bersepakat membentuk kelompok usaha. Dinamai Kelompok Sistik dan beranggotakan 11 orang. Tidak kurang dari empat lima kali telah perguliran. Modal tersebut digunakan untuk kegiatan produksi aneka makanan ringan seperti keripik pisang, sistik, emping,  keripik singkong,  selai pisang dan lain sebagainya.
   
Kekompakan dan ketekunan kelompok Sistik telah teruji tidak kurang dari 3 tahun. Selama itu, anggota yang seluruhnya kaum ibu bergotongoroyong memproduksi dan memasarkan aneka camilan diatas. Hasilnya cukup menggembirakan. Meskipun masih berskala kecil, usaha ini telah memberi peningkatan penghasilan rata-rata Rp. 700 ribu per anggota.
   Gondola Film, Produser Film Dokumenter dari Negara Spanyol mengunjungi Desa Kalidami, Kec. Wanayasa Kab. Purwakarta. Atas fasilitasi Tim PSF (PNPM Support Facility) mereka merekam kegiatan produksi Kelompok Sistik. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 05 Juni 2013 itu berlangsung asyik. Saat itu, anggota kelompok Sistik sedang melakukan kegiatan memasak keripik pisang.
   Terampil tangan anggota ibu mengupas dan mengiris pisan direkam dengan teliti. Proses penggorengan dengan tungku api yang membara juga menjadi sekuel yang menarik. Di sela-sela itu, Tim Gondola Film mewancarai Ketua Kelompok Sistik untuk menjelaskan proses pembuatan keripik pisang maupun sistik.
  Ketua kelompok Sistik yang bernama Siti Robiah menyampaikan bahwa usaha tersebut sesungguhnya telah ada sejak lima tahun silam. Namun skalanya sangat kecil. Modal menjadi salah satu penghambat. Setelah dikenalkan ada peluang peminjaman dalam program SPP, usaha menjadi berkembang cukup pesat meskipun untuk ukuran desa.
  Semangat mandiri berusaha tampaknya merasuk dalam mental Ibu Robiah dan anggota kelompoknya. Meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga mereka ingin meningkatkan usaha dengan baik. “yang pasti dengan adanya permodalan SPP kami jadi lebih maju” terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar