Kamis, 30 Januari 2014

Kremes Boled Japara, Gurih Tanpa Pewarna

Muhdis-FK Kec.Japara-Kab.Kuningan
Suhu udara antara 21-27 derajat C merupakan suhu tepat untuk budidaya tanaman ubi jalar. Kombinasi hawa lembab dan udara panas (10-12 jam sehari) pada suhu tersebut sangat membantu pertumbuhan. Media tanah yang dibutuhkan cukup pada tanah yang mengandung pasir, kadar lempungnya longgar. 
   Ubi jalar dapat ditanam sepanjang tahun. Tak heran jika ubi jalar merupakan tanaman pangan lokal yang banyak ditemui. Sebagai alternatif pengganti beras, ubi jalar dikenal murah dan kaya karbohidrat, vitamin A, B dan C.
   

Rabu, 29 Januari 2014

Batik Ciwaringin; kebanggaan yang Bertumbuh

Ciwaringin-Cirebon
Ciwaringin merupakan Kecamatan di wilayah barat kabupaten Cirebon. Dari kota Cirebon berjarak sekitar 30 km. Mayoritas mata pencaharian masyarakat sebagai petani dan pedagang. Salah satu yang menjadi ciri khas di Ciwaringin adalah adanya komunitas pengrajin (pembuat) batik. Jadi selain batik Trusmi yang terkenal dari Cirebon, sebenarnya Ciwaringin juga merupakan kampung batik yang cukup beken. 
  Menguatnya pengembangan ekonomi kreatif masyarakat perdesaan, menjadikan PNPM Mandiri Perdesaan di Kec. Ciwaringin memprakarsai adanya pelatihan. 

Senin, 27 Januari 2014

Kemasan Produk Harus jadi Perhatian Utama

Oleh : Apip Haris Arifin (Pegiat RBM Majalengka)
Tak bisa dibantah jika produk usaha kreatif masyarakat desa terkendala di pemasaran. Demikian halnya yang dialami aneka produk kelompok SPP/UEP PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Majalengka. Meskipun sama-sama berupa kacang asin, tetapi harga jualnya relatif rendah.
  Sementara kacang asin yang telah berlabel baik dan dipajang di toko-toko minimarket dihargai dua kali lipat. Sungguh menyedihkan nasib produk usaha masyarakat desa yang demikian.
 Keadaan inilah yang mendorong Apip Arifin untuk menelisik persoalan pokoknya. Setelah survey ke beberapa desa, ditemukanlah persoalan yang harus dijawab. Salah satunya bentuk kemasan (packaging). 

Jumat, 24 Januari 2014

Ikan Asin Sukasari; Murni Tanpa Pengawet

Oleh; Gingin Ginanjar (Jurnalis Independen)

Anda tahu ikan asin? Tahu dong. Ada yang bilang, ah itu kan lauk murah, tak bergizi, gak keren... Apalagi di televisi disiarkan banyak pengawetnya. Ihh takut !!
    Ya, dewasa ini sebagian orang berpandangan bahwa lauk enak itu harus mahal. Namun, pendapat tersebut tak berlaku bagi masyarakat di desa di Kec. Sukasari, Kab. Purwakarta. Meskipun hanya berupa ikan asin, mereka menilai lauk tersebut istimewa. 
    Tak hanya dari segi rasa, tetapi juga dari cara pengolahan yang harus menjamin kesehatan (higienis). Kecamatan Sukasari merupakan kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang dikelilingi air Waduk Jatiluhur. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai Petani Ikan.

Kripik Maknyus dari Cisaga

Cisaga-Kab. Ciamis
Siapa tak kenal keripik? Tentunya sudah pernah mencicipi, atau mungkin anda termasuk penggemarnya. Bagi yang ingin coba sensari rasa baru keripik bisa mencoba yang satu ini, kripik Karomah. Sekilas makanan yang dibuat dari Garam, Bawang Putih, GulaPasir, Bumbu penyedap makanan (Royco), tak beda dengan keripik lain. 
   Akan tetapi setelah dicoba, banyak orang ketagihan karena rasa, gurih, renyah dan kesan yang begitu mengikat di lidah. Bagi yang berminat bisa menghubungi Produsen Keripik yang diketuai 

Gondola Film Spanyol lirik Kue Sistik

Wanayasa-Purwakarta
Hadirnya program SPP di Kec. Wanayasa Purwakarta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga di Desa Sukadami.  Mereka yang semula kebingunan modal terbantu dengan program SPP. Apalagi ditambah dengan bantuan pelatihan, menjadikan tekad maju semakin menguat.
  Setelah bermusyawarah pada tahun 2009 silam, mereka bersepakat membentuk kelompok usaha. Dinamai Kelompok Sistik dan beranggotakan 11 orang. Tidak kurang dari empat lima kali telah perguliran. Modal tersebut digunakan untuk kegiatan produksi aneka makanan ringan seperti keripik pisang, sistik, emping,  keripik singkong,  selai pisang dan lain sebagainya.
   

Kamis, 23 Januari 2014

Berdaya dengan Pinjaman SPP

Kelompok Rengganis berdiri sekitar tahun 2005. Kelompok ini awalnya merupakan tim olahraga volley ball yang ada di desa Sukamanah, Kec. Mande Kabupaten Cianjur. Intensitas kegiatan olahraga volley tersebut menjadikan adanya dorongan kegiatan lain seperti seperti arisan, pengajian, kegiatan posyandu dan lain sebagainya.
   Adanya ikatan pemersatu itulah yang kemudian menginspirasi pembentukan kelompok peminjam SPP pada UPK Mande. Tepatnya pada tahun 2009, kelompok yang dinamai Rengganis mulai mengajukan pinjaman SPP.
   

Senin, 20 Januari 2014

Rajutan; Produk Peningkat Kesejahteraan Masyarakat (Darma-Kuningan)

Kecamatan Darma merupakan salah satu Kecamatan yang Kena Imbas dari Nota Dinas Nomor 991/1806/PMD Tentang Pendanaan Kegiatan SPP. Pelaksanaan PNPM MPd Di Darma T.A 2013 adalah merupakan Langkah awal adanya kelompok berbasis mandiri.
Salah satu kelompok yang akan didanai oleh PNPM MPd berdasarkan MAD Penetapan adalah Kelompok Rajutan Desa Cikupa. Kelompok ini terbentuk 5 tahun yang lalu dengan anggota berjumlah 25 orang semuanya perempuan.

Berdikari dengan ketrampilan Menjahit

Oleh: Rizky Ary (FK Pondoksalam, Purwakarta)
Desa Salem Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat adalah salah satu Desa yang telah mengikuti Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) dari tahun 2009 sampai saat ini. Pada perjalanan keikutsertaannya di program ini, Desa Salem sudah berhasil membangun desanya dari aspek ekonomi maupun sarana dan prasarana. Dari aspek ekonomi, Desa Salem adalah salah satu desa terbaik dalam pengembalian Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dengan persentase pengembalian 100% disetiap bulannya. 

     

Minggu, 19 Januari 2014

Mandiri dengan Ketrampilan Tata Boga

Oleh: Ela Tresnawati, S.Sos (FK Kec.Puspahiang,Tasikmalaya)
Berdasarkan surat yang diterima dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masayarakat dan Desa, No. 991/1806/PMD berkaitan dengan Pendanaan Kegiatan SPP, yang menyebutkan bahwa dalam rangka efektivitas penggunaan dana BLM TA. 2013 maka ditetapkan bahwa Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke dalam kecamatan yang kegiatan SPP-nya harus dialihkan ke kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Perempuan.
Hal ini disebabkan karena UPK Kecamatan Puspahiang memiliki dana perguliran di atas 2 Milyar, namun memiliki nilai NPL di atas 10 % sehingga dipandang perlu untuk melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Perempuan. Munculnya surat ini semula mendatangkan kekecewaan pada masyarakat, khususnya calon penerima manfaat SPP karena bagaimanapun usulannya telah ditetapkan pendanaannya dalam MAD 3 yang pelaksanaannya sebelum surat ini muncul.

Debut Usaha Kripik Masyarakat Cikalong (Bag.2)

Oleh: Kuswan (FK Cikalong-Tasikmalaya)
  Persoalannya adalah hasilnya kurang disukai konsumen karena kripik hasil kelompok ibu-ibu tersebut tidak renyah. Rahasia dari jawaban persoalan tersebut rupanya adalah hal sederhana yang semuanya terungkap tuntas melalui pelatihan ini.
   Selain mendapatkan bekal ilmu, setiap kelompok SPP juga mendapat seperangkat alat pembuatan kripik seperti alat semi manual pengiris singkong, katel besar, kompor semawar, tabung gas dll. Dengan demikian, perwakilan kelompok  bisa mengembangkan materi pelatihan dengan mempraktekannya di tempat tinggal masing-masing. 
   

Debut Usaha Kripik Masyarakat Cikalong (Bag.1)

  Tanggal 16 dan 17 Oktober merupakan dua hari penting dunia. Tanggal pertama diperingati sebagai perhelatan hari pangan sedunia dan hari berikutnya merupakan hari pengentasan kemiskinan internasional. Masyarakat di dekat garis terluar perbatasan Indonesia, tepatnya di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya tidak mau ketinggalan dengan kedua momentum tersebut.
  Desa di wilayah pesisir yang berbatasan dengan lautan lepas Samudera Australia ini pada tanggal 16 Oktober 2013 melaksanakan pelatihan pembuatan kripik singkong dari anggaran PNPM-MP T.A 2013. Terdengar sangat sederhana, namun langkah kecil ini dianggap sebagai lompatan besar untuk kegiatan ini dirasa ikut mendukung program pemerintah untuk melakukan diversifikasi (penganekargaman) pangan menggunakan bahan lokal berbasis umbi-umbian.

Minyak Kletik Organik; Geliat Masyarakat Cikalong


    Visi PNPM Mandiri Perdesaan adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan. Kesejahteraan berarti terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat. Kemandirian berarti mampu mengorganisir diri untuk memobilisasi sumber daya yang ada di lingkungannya, mampu mengakses sumber daya di luar lingkungannya, serta mengelola sumber daya tersebut untuk mengatasi masalah kemiskinan.
     Banyak hal yang bisa dan telah dilakukan masyarakat di perdesaan untuk mewujudkan visi tersebut, salah satunya melalui kegiatan pengadaan sarana penunjang dan pelatihan produksi minyak kletik organik di Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya.


Ketika Perempuan Semakin Berdaya

  Ada sebuah pertanyaan pendengar yang mengaku bernama Jeng Ana. Ketika itu saya sedang on air di Radio Gapura FM, sebuah Radio Komunitas yang saat ini tak lagi populer dibanding radio komersial. Radio Gapura FM yang didirikan sejak tahun 2008, dipancarluaskan dari rumah pak Dudi, seorang anggota BPD Desa Palasari,kec. Ciater Kab.Subang Jawa Barat.
     Pertanyaanya adalah,  mengapa di PNPM Mandiri Perdesaan kaum perempuan difasilitasi untuk berdaya. Pertanyaan ini menyusul pertanyaan seorang  Bapak sebelumnya yang menyebutkan, mengapa hanya ada SPP (Simpan Pinjam Perempuan). Apakah kaum laki-laki tidak dipercaya sehingga tidak diberi kesempatan meminjam dana bergulir tersebut.
   

Intensifkan Marketing Produk Desa

Bandung (18/12/2013). Memperkuat sosialisasi hasil pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, BPMPD provinsi Jawa Barat menggelar live on air di Bandung Televisi. Talkshow yang tayang dalam program dialog khusus sore pukul 16.30 itu menghadirkan tiga narasumber yaitu Nurtafiyana selaku PJOprovinsi, Sugih Arto Koordinator Provinsi dan Rieswan Graha kepala BPMDPKB Kab. Majalengka.
   Talkshow juga menghadirkan puluhan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dari kec.Sukahaji Kab. Majalengka. Acara yang dipandu presenter Farah Mumtaz itu berlangsung seru. Pada sesion awal, Nurtafiyana menyampaikan positioning PNPM Mandiri Perdesaan terhadap pengurangan kemiskinan baik ditingkat lokal maupuan regional.
     

Temu Bisnis Penggiat Produk Desa

Lembang (7/11/2013). Saba Desa merupakan gawe besar BPMPD Jawa Barat setiap tahun. Acara yang digelar tahun kelima ini bertemakan pameran produk ekonomi kreatif perdesaan. Dengan mengambil slogan “produk desa selalu bikin bangga”, kegiatan Gubernur Saba Desa resmi dibuka Gubernur Ahmad Heryawan Rabu (2/11) pukul 11.00 di lapangan abadi hash Lembang, Bandung Barat.
   Peserta, tak hanya perwakilan satker dan fasilitator di 17 kabupaten, acara gubernur Saba Desa juga dihadiri perwakilan Ir. Yuni Pranoto Team Leader RMC III, Ibnu Taufan dari TNP2K, Pokja Pengendali PNPM Mandiri, Bupati Bandung Barat Aboe Bakar. Hadir pula perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, MUI, tokoh adat dan seni.
     

Gerai Majalengka tampung Produk Kreatif Desa

Majalengka (31/12/2013). Setelah dipastikan selesai 100 persen, bangunan gerai PNPM Mandiri Perdesaan Kab.Majalengka resmi dilaunching (31/12). Acara yang digabungkan dengan peresmian hasil-hasil pembangunan tersebut bertempat halaman Gerai di Desa Jatipamor kec. Panyingkiran.
   Selain dihadiri Bupati Sutrisno, launching juga dihadiri Ketua DPRD Majalengka, SKPD, Camat, ormas, pers, fasilitator dan pelaku PNPM MPd. Launching yang dimulai pukul 09.30 itu juga dihadiri Kepala BPMPD Jawa Barat, PJO Provinsi, Tim RMC III Jawa Barat.